Blog

Naik bus pariwisata jakarta, gratis!

Bln dulu aku berkesempatan bertolak ke jakarta sebab ada urusan keluarga. Peluang itu tak aku sia-siakan dgn terlebih apabila yg bukan namanya travelling, hehe. Ide telah aku untuk sedemikain rupa. Beberapa area yg bakal aku jenguk merupakan tempat ibadah kubah emas imam al mahdi, kebun raya bogor & naik sewa bus pariwisata jakarta. Angkutan yg aku naiki nyaris komplet ialah metro mini, bus transjakarta, angkot carry, & kereta comutter.

Hri ke-2 aku mulai sejak perjalanan mengelilingi tempat-tempat pariwisata kota jakarta. Dari blok m aku cari bus transjakarta yg ke bundaran hi bersama ongkos ticket rupiah 3500. Lama menunggu menciptakan aku bosan sampai-sampai beberapa penumpang mengeluarka sumpah serapahnya. Namun ada narasi menggelikan saat aku memasuki rute transjakarta ini. Dikarenakan aku tak tahu, aku masuki saja trayek angkutan selanjutnya melompat ke koridornya & bergabung dgn beberapa orang yg menungu bus. Eh, diwaktu aku ingin beli karcis, petugas menyuruh aku balik ke bawah buat membeli karcis di lantai basic. Kok informasinya kurang terang ya atau aku yg tak membaca.

Shelter sarinahbus pariwisata jakarta

Hasilnya pembelian karcis telah clear & perjalananpun dimulai. Bus yg aku naiki mempunyai dua gerbong, ber-ac, & lumayan nyaman walau berdiri. Waktu bus mogok di beberapa halte, nampak ada yg pas antara pintu bus bersama pintu koridor. Sama seperti kita ketahui pintu bus yg dua gerbong itu ada dua diwaktu terbuka. Sedangkan pintu halte ada yg satu ada pun yg dua pintu. Dikala di salah satu koridor ada yg punyai pintu ke luar hanya satu, lha konsisten bagaimanakah dgn pintu bus? Kedua-duanya terbuka, yg satu cepat menghadap pintu koridor yg satu lagi entah kemana. Bersama kata lain tak kemungkinan penumpang ke luar dipintu yg nggak ada jalurnya koridornya. Malah nyampe ke pagar koridor yg sempit. Wah sistemnya sedikit salah nih!

Keadaan di dalam bus pariwisata jakartapuntu ke luar bus pariwisata jakarta

Lantaran di bundaran hi sedang ada pelaksanaan mrt, maka aku turun di halte berikutnya yakni sarinah. Dikarenakan tetap ragu posisi bus pariwisata jalurnya di mana, aku cobalah tanya bersama perempuan yg duduk di sebelah aku. Dirinya mengemukakan jikalau nggak salah di masuk jurusan busway serta. Sesudah lama menunggu tidak datang-datang. Aku mulai sejak ragu apakah benar di rute busway kah? Kala aku membawa poto di beberapa ruangan, waktu itulah tampak sewa bus pariwisata mogok di trayek bus umum. Cepat saja aku ke luar dari koridor. Eh waktu hingga di sana, bus pun meninggalkan aku. Tetapi kata om google busnya tidak sedikit kok. Menjadi nggak butuh kecewa. Sesudah beberapa menit menungu hasilnya bus datang. Aku naik & tetap naik ke lantai dua. Wuiih nyaman banget, ac-nya, lokasi duduknya & eh supirnya cewek manis berkacamata hitam plus cuma-cuma! Di dalamnya serta ada polisi, penjaga pintu & tour guide. Aku pilih tingkat atas lantaran utk melepas pandangan maka bangunan-bangunanyang dilewati nampak lebih terang. Eh tour guidenya hanya berbahasa indonesia. Bahasa inggrisnya pula ada namun sekali-sekali. Sayang, kan? Lantaran yg naik bukan orang indonesia saja tetapi pula turis asing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *